Selama perjalanan, barang melewati proses muat, guncangan di jalan, penumpukan, dan bongkar. Kemasan yang tepat adalah perlindungan pertama agar barang tiba dalam kondisi baik.
Pilih kemasan luar yang kuat
- Gunakan kardus yang tebal dan masih kokoh. Kardus bekas yang sudah lembek kehilangan sebagian kekuatannya.
- Untuk barang berat, gunakan kardus berdinding ganda (double wall).
- Untuk mesin, kaca, atau barang bernilai tinggi, gunakan peti kayu (packing kayu) agar tahan tekanan dan benturan.
- Barang dalam jumlah banyak sebaiknya disusun di atas palet dan dibungkus plastik wrapping agar tidak bergeser.
Isi ruang kosong
Barang yang bisa bergerak di dalam kemasan mudah rusak. Isi ruang kosong dengan bubble wrap, kertas remas, atau busa. Pastikan tidak ada yang bergeser saat kemasan digoyangkan.
Lindungi barang yang mudah pecah
- Bungkus setiap barang satu per satu sebelum dimasukkan ke kardus.
- Beri lapisan pelindung di sudut dan sisi barang.
- Letakkan barang yang lebih berat di bagian bawah.
- Jangan mengisi kardus terlalu penuh hingga menggembung.
Lindungi dari air
Pengiriman darat dan laut bisa melewati hujan dan udara lembap. Bungkus barang yang tidak tahan air dengan plastik sebelum dimasukkan ke kemasan luar. Untuk dokumen dan barang elektronik, tambahkan kantong plastik tertutup.
Rekatkan dengan benar
Gunakan lakban yang lebar dan kuat. Rekatkan dengan pola huruf H, yaitu di sambungan tengah dan di kedua sisi tutup kardus, pada bagian atas maupun bawah.
Beri label yang jelas
- Tempelkan label berisi nama, alamat lengkap, dan nomor telepon penerima di sisi atas kemasan.
- Tambahkan tanda seperti "Mudah Pecah", "Jangan Ditumpuk", atau panah arah atas bila diperlukan.
- Untuk kiriman lebih dari satu koli, beri nomor pada setiap kemasan, misalnya 1/3, 2/3, dan 3/3.
- Bila memakai ulang kardus, lepas atau tutup label lama agar tidak membingungkan petugas.
Foto sebelum dikirim
Dokumentasikan kondisi barang dan kemasan sebelum diserahkan. Foto ini berguna sebagai catatan bila terjadi kendala selama pengiriman.